UMKM Aceh Masuki Pasar Jawa Timur

UMKM Aceh Foto Bersama Usai Kegiatan FESI 2019

SURABAYA – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Aceh yang ikut berpartisipasi dalam Festival Ekonomi Syariah Indonesia (FESI) pada tanggal 6 hingga 9 November 2019 di Grand City, Surabaya, memperoleh peluang penjajakan kerja sama pemasaran dengan beberapa pengusaha dan pembeli (buyer).

salah satu pelaku usaha bordir dengan motif khas Aceh, Surita Bordir, memperoleh tawaran kerja sama dari seorang desainer asal Jawa Timur. Selain Surita, Ellisa yang sama-sama pelaku usaha tas bordir asal Aceh Besar juga memperoleh tawaran penjualan produk dengan pelaku usaha galeri kerajinan dari Jawa Timur. “Buyer kami merasa senang dengan desain dan motif tas bordir khas Aceh. Pada tahap awal, telah dilakukan pembelian produk secara langsung untuk beberapa varian. Ke depan kemungkinan akan dijajaki pembelian dalam jumlah yang lebih besar,” Ujar Ellisa.

Pelaku usaha kopi Gayo asal Aceh, Bawadi Coffee, juga memperoleh penawaran distribusi kopi dan membuka kafe di Surabaya. Selain itu, Bawadi Coffee juga berhasil meraih kategori best booth dari seluruh kategori peserta, baik untuk kalangan UMKM, perbankan, dan pesantren. Selain meraih kategori best booth, hasil penjualan Bawadi Coffee merupakan yang tertinggi di area coffee shop yang disediakan khusus selama pameran berlangsung.

Prestasi ini tentunya menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh Aceh dalam mengembangkan bidang perekonomiannya, terlebih mengingat peserta yang mengikuti FESI 2019 berasal dari berbagai daerah. Beberapa UMKM kopi lain asal Bali, Jember, dan beberapa wilayah lain juga ikut memeriahkan acara tersebut. “Kami merasa banyak memperoleh manfaat mengikuti pameran ini. Selain tingginya penjualan dan adanya tawaran kerja sama, kami juga bersyukur atas penghargaan yang telah diberikan. Hal ini semakin membuktikan keunggulan kopi Aceh di tingkat nasional, sekaligus semakin memperkuat indikasi bahwa UMKM Aceh memiliki peluang besar untuk menembus pasar domestik, bahkan internasional” ujar Bawadi. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh, Bank Indonesia dan berbagai pihak yang telah banyak berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi dan akses pemasaran para pelaku UMKM di Aceh,” Sebut Bawadi.

Terkait hasil yang membanggakan ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh akan terus berupaya mendorong pengembangan UMKM dalam rangka memperkuat perekonomian daerah, terutama yang berorientasi ekspor, substitusi impor, atau terkait dengan komoditas inflatoir.

Di pertengahan November 2019, Bank Indonesia akan menggelar Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Jakarta, dan mengikutsertakan UMKM kopi dan kerajinan kain tenun, serta perwakilan pesantren, sebagai upaya untuk memperluas akses pemasaran produk Aceh di tingkat nasional dan internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Pemko Banda Aceh Buka Penerimaan CPNS Tahun 2019

Sen Nov 11 , 2019
BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh membuka Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebanyak 195 formasi, yang terbagi menjadi 192 formasi umum dan 3 untuk formasi khusus (disabilitas). Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dalam apel Senin (11/11) Pagi dihalaman Balai Kota menyebutkan, untuk Formasi terbanyak adalah tenaga kependidikan […]